Tuesday, September 29, 2015

Menghabiskan Liburan Chuseok di Namsangol Hanok Village

Pada liburan Chuseok 26-29 September ini, saya memutuskan untuk mencoba berjalan-jalan ke Namsangol Hanok Village yang terletak di Seoul. Namsangol Village terletak tidak jauh dari Stasiun Chungmuro pintu keluar 3. Hanok Village ini buka setiap hari kecuali hari selasa pada pukul 09.00 hingga 21.00 di bulan April- Oktober dan pukul 09.00 hingga 20.00 di bulan November-Maret. 

sumber: http://www.ajunews.com/view/20150921215417062

Acara khusus Chuseok ini hanya ada di tanggal 27-28 September 2015 pada pukul 11.00-18.00 dan saya memutuskan untuk pergi kesana pada tanggal  28 September 2015. Awalnya saya ingin datang pagi namun akhirnya saya sampai di tempat ini pada pukul 14.00. Jumlah pengunjung yang datang ke tempat ini sangat banyak pada hari itu karena merupakan hari kedua Chuseok. Banyak keluarga yang pergi untuk berwisata.
Pintu masuk Namsangol Hanok Village (dok. pribadi)

Hanok Village ini berisikan 5 hanok (rumah tradisional Korea) dari rumah bangsawan hingga rumah orang biasa. Para pengunjung bisa melihat rumah-rumah tradisional Korea yang ada di zaman dahulu. Tak hanya bentuknya saja dari luar, para pengunjung pun bisa melihat-lihat ke dalam rumah tersebut untuk dapat mengetahui isi rumah tradisional Korea pada zaman dahulu.
Namsangol Hanok Village terletak di tengah Kota Seoul, ibukata Korea Selatan (dok. pribadi)
Tak hanya Hanok saja, ada pula Gugakdang (traditional theater), taman tradisional, Seoul Millenium Time Capsule, dan juga art shop. Gugakdang ini terletak di dalam gedung hanok. Selain itu, yang menarik adalah adanya time capsule yang dibuat pada tahun 1994 untuk merayakan 600 tahun berdirinya kota Seoul. Di sana ada 600 barang yang dikubur dan direncanakan untuk dibuka pada 29 November 2394, yaitu pada perayaan 1000 tahun berdirinya kota Seoul.
Pengunjung berdiri mengelilingi time capsule yang dikubur di dalam tanah (dok. pribadi)
Pada hari biasa, kita bisa mencoba baju tradisional Korea, yaitu Hanbol. Selain itu kita dapat belajar menulis hangeul, membuat kerajinan kertas, belajar etiket tradisional Korea, dan merasakan pengobatan tradisional Korea. Di bulan Maret dan November, ada pula upacara pernikahan tradisional Korea yang diadakan di depan sebuah gedung Hanok. Upacara ini hanya ada di hari Sabtu dan Minggu pada pukul 11.00, 13.00, dan 15.00.
Pertunjukan Samulnori, permainan alat musik tradisional Korea (dok. pribadi)
Pada puncak perayaan Chuseok ini, ditampilkan berbagai macam permainan tradisional Korea seperti yutnori, ttakji, dan sebagainya. Anak-anak juga bisa mengikuti kelas untuk belajar membuat songpyeon (kue tradisional Korea) dan juga mencoba alat-alat pertanian yang dipakai oleh para petani di Korea. Makanan-makanan tradisional juga banyak dijual di perayaan ini.
Salah satu permainan tradisional yang dicoba oleh seorang anak (dok. pribadi)

No comments:

Post a Comment