Saturday, September 27, 2014

Samanori, Perpaduan Budaya Indonesia dan Korea

13794907132074570107
Samanori saat tampil di Korea-Indonesia Week, Gandaria City
Siapa di antara para pembaca yang pernah mendengar Samanori? Sebagian besar pembaca pasti belum pernah mendengar kata ‘Samanori’. Bagaimana dengan Tari Saman dari Aceh dan perkusi Samulnori dari Korea? Pasti banyak yang sudah pernah mendengarnya. Namun bagaimana kalau kedua kesenian itu digabungkan? Maka jadilah Samanori.
Samanori adalah gabungan dari tari Saman dengan alunan perkusi Samulnori. Samulnori sendiri adalah permainan alat musik perkusi khas Korea yang terdiri dari empat elemen alat musik, yaitu kkwaenggari/꽹과리 (gong kecil yang berfungsi sebagai pemimpin tim), jing/징 (gong besar), janggu/장구 (gendang yang berbentuk seperti jam pasir), dan buk/북 (gendang biasa).
Samanori diciptakan oleh Citra Cahyaning Sumirat, alumnus jurusan Bahasa dan Kebudayaan Korea Universitas Indonesia pada tahun 2010 yang pada saat itu masih berstatus sebagai mahasiswi.  Citra sendiri adalah seorang penari profesional yangs aat itu sedang kuliah di Universitas Indonesia. Citra dengan teman-teman seangkatannya mendapatkan ide untuk mencampurkan kedua kebudayaan ini agar penonton bisa mengenal budaya Korea melalui budaya bangsa Indonesia. Samanori pertama kali dipentaskan pada acara Korean Culture Day di Universitas Indonesia pada November 2010.
13794908801707078259
Tim Samanori Universitas Indonesia
Samanori pada awalnya dipentaskan oleh mahasiswa dan mahasiswi angkatan 2009 jurusan Bahasa dan Kebudayaan Korea Universitas Indonesia untuk tampil dalam acara Korean Culture Day pada tahun 2010, lalu setelah itu Samanori mendapatkan undangan untuk tampil di acara-acara lainnya seperti Pacific Asia SocietyThe 4 th KSASA The Korean Studies Association of South East Asia, Korean Cultural Week, Korea-Indonesia Week, dan sebagainya.
1379490953722342752
Tim Samanori dengan ketua The Korean Studies Association of South East Asia (2011)
Saat ini pementasan Samanori masih aktif dilakukan oleh mahasiswa dan mahasiswi jurusan Bahasa dan Kebudayaan Korea Universitas Indonesia angkatan 2011 dan akan dilanjutkan terus ke angkatan-angkatan di bawahnya. Semoga dengan adanya Samanori, masyarakat Indonesia tetap bisa menghargai budayanya sendiri dan tidak hanya bisa menghargai kebudayaan negara lainnya. Salam.

Pernah dipos di Kompasiana, 18 September 2013. http://sosbud.kompasiana.com/2013/09/18/samanori-perpaduan-budaya-indonesia-dan-korea-592960.html

No comments:

Post a Comment